- Ilmu ekonomi adalah ilmu yang membahas kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang mempunyai sifat terbatas dan kegunaan alternatif.
- Kebutuhan timbul secara alami dari keharusan manusia untuk hidup dan mempertahankan diri.
- Alat pemuas kebutuhan terdiri dari barang dan jasa.
- Kebutuhan dapat dibedakan menurut jenis, bentuk, sifat, waktu, dan urutannya.
- Menurut sifatnya dibedakan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan yang bukan ekonomi atau bisa disebut kebutuhan sosial.
- Menurut bentuknya dibedakan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
- Menurut waktunya dibedakan antara kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang.
- Menurut urutannya dibedakan antara kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.
- Lingkup Ilmu Ekonomi adalah semua perilaku manusia yang berhubungan dengan upaya pemenuhan kebutuhannya dan cara-cara memenuhi kebutuhan itu.
- Hukum Gossen membhasa karakteristik yang secara alami berlaku dalam sifat-sifat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hukum Gossen Pertama menyatakan bahwa proses pemenuhan kebutuhan berlangsung bertahap dimulai dari tahap pemuasan kebutuhan yang sederhana hingga akhirnya dicapai tingkat pemuasan yang jenuh. Hukum Gossen Kedua menyatakan bahwa manusia memenuhi kebutuhannnya secraa serasi atau secara harmonis.
- Pendekatan ilmu ekonomi menggunakan pendekatan matematika, pendekatan statistika, dan pendekatan akuntansi.
- Ilmu Ekonomi menggunakan metode kerja yang dikenal sebgai : (1) metode deduktif, (2) metode induktif, (3) metode matematika, (4) metode statistika.
- Teori ekonomi menerangkan hubungan antara satu atau beberapa gejala ekonomi yang dapat diamati secara faktual atau secara empiris sehingga dapat menerangkan keberadaan gejala itu.
- Teori ekonomi yang menyatakan dan menjelaskan hubungan antara beberapa gejala dalam peristiwa-peristiwa ekonomi dalam ruang lingkup yang luas, secraa besar-besaran atau secara keseluruhan dan menentukan jalannya ekonomi masyarakat disebut teori ekonomi mikro.
- Teori ekonomi mikro merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau hubungan-hubungan kausal dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus. Khusus disini berarti dalam hal yang terbatas pada orang tertentu, keluarga tertentu, perusahaan tertentu, rumah tangga tertentu.
Tampilkan postingan dengan label ilmu ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu ekonomi. Tampilkan semua postingan
Oktober 16, 2011
Bab 1 Ilmu Ekonomi - RANGKUMAN
Bab 1 Ilmu Ekonomi - Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanyainvisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Bab 3 Ilmu Ekonomi - Konsep Konsumsi
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar konsep konsumsi. Konsumsi merupakan kegiatan manusia dalam penggunaan barang dan jasa untuk mengurangi atau menghabiskan daya guna atau manfaat suatu barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. KEgiatan konsumsi tidak hanya terpaku pada barang saja, namun juga meluas pada konsumsi jasa misalnya jasa angkutan kota, jasa fotocopy, dan lain sebagainya.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang adalah sebagai berikut :
1. Tingkat pendapatan
2. Tingkat pendidikan
3. Tingkat kebutuhan
4. Kebiasaan masyarakat
5. Harga barang
6. Selera masyarakat atau mode
Bab 3 Ilmu Ekonomi - Tujuan Konsumsi
Setiap hari manusia melakukan kegiatan konsumsi, seperti makan dan minum. Apa tujuan manusia melakukan kegiatan konsumsi?
Tujuan konsumsi antara lain sebagai berikut:
1. Pendapatan seseorang tidak semuanya dihabiskan untuk konsumsi
2. Konsumsi akan menciptakan tingkat permintaan masyarakat
3. Konsumsi dapat memenuhi kebutuhan nilai ganda pada seseorang
4. Konsumsi dapat memenuhi kepuasan seseorang
Bab 3 Ilmu Ekonomi - Nilai Guna Barang
Pada hakikatnya manusia memerlukan barang dan jasa karena barang dan jasa itu memberikan kepuasan, manfaat, dan guna (utility) baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai guna merupakan suatu kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dengan mengkonsumsi barang-barang, Apabila nilai kepuasan itu tinggi maka tinggi pulalah nilai guna barang tersebut.
Nilai guna barang dapat dibedakan menjadi dua, yakni nilai pakai dan nilai tukar.
1. Nilai Pakai (Value in Use)
Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai subjektif dan nilai pakai objektif.
· Nilai Pakai Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Misalnya kacamata resep dokter, lukisan dan intan utiara.
· Nilai Pakai Objektif, merupakan kemapuan suatu benda untuk dapat dipakai dalam memenuhi kebutuhan pada umumnya. Misalnya beras, pakaian, dan perumahan.
2. Nilai Tukar (value in exchange)
Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lainnya. NIlai tukar dibedakan menjadi dua, yaitu nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.
· Nilai Tukar Subjektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan penilaian seseorang bahwa benda tersebut dapat ditukarkan dengan benda lain. Misalnya nelayan yang mempuntai perahu.
· Nilai Tukar Objektif, merupakan kemampuan suatu benda sehubungan dengan benda tersebut dapat ditukar dengan benda lain. Misalnya emas dan uang.
Oktober 15, 2011
Bab 2 Ilmu Ekonomi - Pelaku Kegiatan Ekonomi
Di dalam kegiatan ekonomi terdapat beberapa pelaku yang dapat digolongkan menjadi empat, yaitu rumah tangga keluarga, perusahaan, pemerintah dan masyarakat luar negeri.
1. Rumah Tangga Keluarga/ Rumah Tangga Konsumsi
Rumah tangga keluarga/ konsumsi merupakan pelaku kegiatan ekonomi yang menyediakan faktor-faktor produksi kepada pelaku kegiatan ekonomi lain.
Penyediaan faktor produksi tersebut dimaksudkan guna mendapatkan uang agar dapat memenuhi kebutuhannya. Adapun cara yang dilakukan agar uang tersebut diperoleh adalah sebagai berikut:
- Menawarkan tanah (alam) yang dimiliki kepada pihak lain untuk menerima balas jasa yang disebut dengan sewa.
- Menawarkan sumber tenaga kerja atau sumber daya manusia untuk mendapatkan balas jasa yang disebut dengan upah atau gaji.
- Menawarkan modal yang dimiliki untuk mendapatkan bunga sebagai balas jasa.
- Menawarkan keahlian atau memakai keahlian yang dimiliki dan balas jasa yang diterima disebut bagian keuntungan atau laba dari perusahaan yang bersangkutan.
Dengan demikian kelompok rumah tangga ini melakukan kegiatan sebagai berikut:
- menyediakan dan menyerahkan faktor-faktor produksi
- Menerima balas jasa atas faktor produksi yang dimiliki
- Mengonsumsi barang dan jasa
2. Rumah Tangga Perusahaan
Rumah tangga perusahaan berperan untuk melakukan kegiatan produksi maupun distribusi dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok rumah tangga perusahaan meliputi :
- Melakukan kegiatan produksi barang dan jasa , dengan cara mengolah faktor produksi yang diterima dari rumah tangga konsumen.
- Membayar imbalan atas penggunaan faktor produksi.
- Menjual hasil produksi kepada rumah tangga konsumen.
- Menerima pembayaran atas penjualan berang dan jasa.
3. Rumah Tangga Pemerintah
Berbeda dengan rumahtangga konsumsi dan perusahaan, pemerintah menjalankan kegiatan ekonomi dengan motif sosial (social economy), yaitu mencari prnghasilan untuk kepentingan umum.
Aktivitas pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
a. mengeluarkan undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang bertujuan mengumpulkan dana dari masyarakat, misalnya pajak.
b. Membelanjakan penerimaan negara untuk membeli berbagai kebutuhan pemerintah termasuk menyiapkan sarana dan prasarana yang menyangkut kegiatan umum (public goods).
c. Melakukan kegiatan ekonomi langsung dibawah Badan Usaha Milik Negara. Misalnya PLN, DAMRI, PERTAMINA, dsb.
d. Menjalin hubungan ekonomi dengan negara lain.
Dalam menjalankan kegiatan ekonomi langsung, pemerintah menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengelolanya. Di Indonesia BUMN dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
- Perusahaan umum (PERUM)
Badan usaha ini mengusahakan alat-alat vital dan strategis dengan pembiayaan dan keuntungan untuk negara. Contoh: Perum Pegadaian dan Perum Perumnas.
- Perusahaan perseroan (PT.)
Badan usaha ini beroperasi seperti layaknya perusahaan swasta, namun modal perseroan tetap disetor dan diusahakan oleh pemerintah. Contoh: PT. Pertamina, PT. PerkebunanXII, PT. Pelni dan sebagainya.
Pemerintah juga bertanggung jawab untuk:
- Menyelenggarakan prasarana produksi seperti jalan umum, pos dan komunikasi, pengangkutan umum, kereta api, air minum, sekolah, listrik, rumah sakit, dan lain-lain.
- Merangsang produksi melalui pajak dan subsidi.
- Mengatur perekonomian dengan peraturan/ pengawasan dan perijinan.
- Menyediakan informasi, misalnya melalui bagian statistik harga, riset, dan penerangan.
- Mengawasi peredaran jumlah uang.
- Menjalankan sendiri beberapa jenis perusahan, terutam,a yang menmyangkut hajat hidup orang banyak.
4. Rumah Tangga Masyarakat Luar Negeri
Masyarakat luar negeri memiliki peranan yang penting dalam kegiatan ekonomi. Selama ini belum ada negara yang mampu hidup mandiri tanpa adanya bantuan dari negara lain. Setiap negara membutuhkan negara lain dalam kehidupan berekonomi. Contohnya dalam jual beli, negara yang satu akan membeli pada negara yang lain dan akan menjual pula pada negara yang lain. Contoh konkritnya indonesia yang membutuhkan komputer buatan amerika dan amerika yang membuthkan tekstil buatan indonesia. Tak hanya itu, kerja sama ekonomi antar negara juga berperan untuk membentu negara yang sedang mengalami nkesulitan dalam perekonomian. Contohnya lahirnya negara G7 yang memberikan pinjaman keuangan pada negara-negara sedang berkembang.
sumber:
Sukardi.
Ekonomi 1 Untuk SMA/ MA Kelas X / Oleh Sukardi ; Editor Titik Maryani ;
Ilustrator Haryana Humardani. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - Faktor Prooduksi
Untuk melakukan kegiatan produksi diperlukan bahan-bahan yang memungkinkan dilakukannya produksi, yaitu tanah atau sumber daya alam, tenaga manusia, modal dalam segala bentuknya, serta kecakapan atau keterampilan tertentu. Semua unsur-unsur tersebut dinamakan faktor-faktor produksi. Jadi, faktor produksi adalah semua unsur yang menopang usaha memperbesar nilai barang/jasa.
Dalam ilmu ekonomi faktor produksi terdiri dari empat macam, yaitu
source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - Macam-Macam Modal
1. Modal menurut pemiliknya
a.Modal perseorangan, artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.
b.Modal masyarakat, artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
2.Modal menurut wujudnya
a.Konkret, artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.
b.Abstrak, artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.
3. Modal menurut bentuknya
a.Uang, artinya modal berupa dana.
b.Barang, artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.
4.Modal menurut sifatnya
a.Modal tetap, artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.
b.Modal lancar, artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.
5.Modal menurut sumbernya
a. Modal sendiri, artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.
b. Modal pinjaman, artinya modal pinjaman dari pihak lain.
a.Modal perseorangan, artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.
b.Modal masyarakat, artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
2.Modal menurut wujudnya
a.Konkret, artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.
b.Abstrak, artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.
3. Modal menurut bentuknya
a.Uang, artinya modal berupa dana.
b.Barang, artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.
4.Modal menurut sifatnya
a.Modal tetap, artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.
b.Modal lancar, artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.
5.Modal menurut sumbernya
a. Modal sendiri, artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.
b. Modal pinjaman, artinya modal pinjaman dari pihak lain.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - 1. Faktor Produksi Tanah Atau Sumber Daya Alam (Natural Resources)
Faktor produksi tanah mutlak harus ada pada setiap proses produksi. Faktor produksi tanah adalah segala sesuatu yang berasal dari atau disediakan alam. Dengan kata lain, segala sumber asli yang bukan berasal dari kegiatan manusia, seperti:
b. Air/tenaga air;
c. Ikan baik dari sungai, danau, maupun ikan dari laut;
d. Iklim cuaca, curah hujan, arah angin;
e. Tenaga alam (tenaga penumbuh misalnya pertanian, perikanan);
f. Bahan tambang, bebatuan, dan kayu;
g. Binatang ternak dan bukan ternak.
source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - 2. Faktor Produksi Tenaga Kerja
Tenaga kerja menurut kualitasnya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
a.Tenaga kerja terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan, seperti guru, dokter, akuntan, dan pengacara.
b.Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian dari pengalaman dan latihan, seperti montir dan sopir.
c.Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour) adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan terlebih dahulu, seperti pesuruh dan buruh kasar.source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - 3. Faktor Produksi Modal
Menurut ilmu ekonomi modal adalah barang-barang modal (real capital goods) yang meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain, termasuk yang menghasilkan jasa dan modal berupa uang (money capital) yang tersedia di perusahaan untuk membeli mesin-mesin serta faktor-faktor produksi.
Modal uang (money capital) adalah dana yang digunakan untuk membeli barang-barang modal dan faktor produksi lainnya. Yang dimaksud modal dalam faktor produksi ini adalah barang-barang modal (real capital goods), yaitu setiap barang yang digunakan dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa lain, misalnya mesin-mesin, pembangkit tenaga listrik, gedung, jalan raya, gudang, serta peralatan-peralatan lainnya. Barang-barang modal ini dihasilkan oleh proses produksi tidak langsung (indirect production). Macam-macam modal dapat dilihat disini.
source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 2 Ilmu Ekonomi - 4. Faktor Produksi Kewirausahaan (Entrepreneurship)
Kewirausahaan merupakan faktor produksi yang tidak dapat dilihat, dihitung, ditakar, diraba, tetapi hanya dapat dirasakan dan diketahui dengan melihat produk yang dihasilkan. Seorang pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang memiliki kemampuan mengelola, menyatukan faktor-faktor produksi, dan dapat mengendalikan perusahaan secara baik dengan menghasilkan produk dan memperoleh keuntungan dan berani menanggung risiko.
Keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha terdiri dari:
1. managerial skill, yaitu kemampuan dalam mengorganisasikan semua faktor produksi agar mencapai tujuan;
2. technical skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam pelaksanaan proses produksi sehingga berjalan dengan baik;
3. organizational skill, yaitu keahlian dalam memimpin berbagai usaha, tidak hanya intern perusahaan yang brsifat bisnis, tetapi juga organisasi dalam bentuk lain.
source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Bab 2 Ilmu Ekonomi - Siklus Ekonomi (Circular Flow Diagram)
Kegiatan perekonomian suatu negara dan pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat dalam perekonomian tersebut dapat dilihat dari circular flow diagram di bawah ini.
1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.
a.Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem
1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Kegiatan ekonomi dua sektor hanya melibatkan dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.
a.Corak Kegiatan Ekonomi Subsistem
Dalam corak kegiatan ekonomi subsistem penerima-penerima pendapatan, dalam hal ini rumah tangga, tidak menabung, dan para pengusaha tidak menanam modal. Dalam masyarakat yang seperti ini aliran pendapatannya adalah seperti yang tampak pada Gambar berikut :
Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sekiranya sektor produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian, pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Ini adalah gambaran yang sangat sederhana yang terjadi pada suatu perekonomian, di mana kegiatan perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter.
b.Corak Perekonomian Modern
Dalam perekonomian yang lebih maju, penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada pengusaha yang akan menggunakannya untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal.
2.Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor
Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.
3.Kegiatan Ekonomi Empat Sektor
Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
source : SRI Nur Mulyati
Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kelas X / Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, Leni Permana ; editor,
R Nugroho P, Sri Hapsari. — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Bab 1 Ilmu Ekonomi - Contoh Garfik Opportunity Cost Dalam PPC
Pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari sebuah pilihan dalam aktivitas ekonomi disebut opportunity cost. Opportunity cost dari mendapatkan buku teks maka harus mengorbankan jumlah buku text jika uang membatasinya.
Salah satu cara untuk mengilustrasikan konsep opportunity cost ini secara geometris adalah dengan cara menggambar sebuah kurva yang disebut production possibities curve (PPC), PPC adalah geometri yang menunjukkan konversi sumber daya ekonomi ke jumlah dua jenis pilihan ekonomi (baik barang atau jasa) yang dapat dijangkau.
Sebagai ilustrasi : jika kita memiliki uang sebesar Rp. 500.000,- maka kita mempunyai pilihan untuk membeli pakaian seragam sebanyak 5 stel atau membeli buku teks pelajaran sebanyak 10 buah. Maka dapat digambarkan dalam grafik PPC sebagai berikut :
* *) Daerah yang diarsir berwarna biru menggambarkan jumlah seragam atau buku teks yang tak dapat dibeli sedangkan daerah arsiran berwarna merah menggambarkan jumlah seragam atau buku teks yang dapat dibeli.
Bab 1 Ilmu Ekonomi - Biaya Peluang Atau Biaya Ekonomi (Opportunity Cost)
Biaya peluang atau biaya ekonomi adalah suatu ukuran dari biaya ekonomi yang harus dikeluarkan dalam rangka memproduksi suatu barang atau jasa tertentu dalam kaitannya dengan alternatif lain yang harus dikorbankan. Misalnya jika kita memilih menggunakan uang kita untuk membeli makanan, maka kita kehilangan biaya peluang untuk membeli pakaian dari uang tadi. Singkatnya, biaya peluang merupakan biaya yang dikorbankan untk memperoleh sesuatu yang lain.
Menghitung Biaya Peluang
Berikut ini akan diuraikan cara menghitung biaya peluang. Agar lebihjelas perhatikan contoh berikut:
Setelah lulus SMA, Farida mendapat 2 tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai pelayan toko di dekat rumah dengan gaji Rp400.000,- per bulan. Tawaran kedua sebagai pramusaji di sebuah rumah makan di kotanya dengan gaji Rp900.000,- per bulan.
Dengan beberapa pertimbangan, di antaranya ingin dekat keluarga, akhirnya Farida memutuskan bekerja sebagai pelayan toko. Keputusan Farida memilih bekerja sebagai pelayan toko telah menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramusaji yang sebenarnya bisa memberikan pendapatan Rp900.000,- per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang ditanggung Farida dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar Rp900.000,- per bulan.
Oktober 05, 2011
Bab 1 Ilmu Ekonomi - Kebutuhan Manusia
Kebutuhan merupakan keinginan akan barang dan jasa untuk dipenuhi dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh: peralatan sekolah yang merupakan kebutuhan bagi seorang pelajar. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan seorang pelajar akan terganggu dalam proses belajarnya. Kebutuhan manusia tidak terbatas. Hal ini memang sudah menjadi kodrat, bahkan manusia tidak pernah meras puas, setiap kebutuhan yang satu terpenuhi akan muncul kebutuhan lainnya untuk segera dipenuhi. Jenis-jenis kebutuhan Kebutuhan secara umum dapat digolongkan menurut intensitasnya/ tingkat kepentingannya, sifatnya, waktu pemenuhannya, dan subjeknya.
a. Kebutuhan menurut intensitasnya (tingkat kepentingannya) Menurut intensitasnya, kebutuhan dibagi menjadi tiga, yaitu:
· Kebutuhan primer, merupakan kebutuhan utama manusia dalam mempertahankan hidupnya. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan makanan, air minum, pakaian, dan tempat tinggal. Kebutuhan ini sering disebut sebagai kebutuhan alamiah manusia kan sandang, pangan, dan papan.
· Kebutuhan sekunder, merupakan kebutuhan yang sifatnya melengkapi dan mempermudah manusia. Kebutuhan sekunder harus terpenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Setelah manusia bias makan, minum, dan bertempat tinggal, ia akan berusaha bagaimana memiliki alat-alat rumah tangga seperti televisi, jam, sepeda motor dan lain sebagainya agar hidupnya lebih mudah dan nikmat.
· Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan yang bersifat kepuasan semata, contoh kebutuhan akan barang-barang mewah, seperti mobil, perhiasan mahal, adan barang-barang mewah lainnya. Kebutuhan tersier ini dipenuhi dalam rangka meningkatnya prestise (status seseorang).
b. Kebutuhan menurut sifatnya Menurut sifatnya, kebutuhan digolongkan menjadi dua , yaitu:
· Kebutuhan jasmani, adalah kebutuhan dari raga/ badan kita, seperti kebutuhan makan, minum, pakaian, dan sebagainya.
· Kebutuhan rohani, adalah kebutuhan dari jiwa kita, seperti hiburan, ibadah, ketenangan, dan lain sebagainya.
c. Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi dua yaitu:
· Kebutuhan masa sekarang, adalah kebutuhan yang haruss segera dipenuhi, seperti obat untuk orang yang sakit, istirahat dibutuhkan saat kita lelah, dan sebagainya.
· Kebutuhan yang akan datang, merupakan kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda. Seperti kebutuhan akan barang-barang yang tidak harus segera dipenuhi.
d. Kebutuhan menurut subjeknnya Menurut subjeknya kebutuhan dibagi atas:
· Kebutuhan pribadi, adalah kebutuhan pribadi masing-masing orang, seperti; pakaian, makanan, dan barang-barang pribadi lainnnya.
· Kebutuhan umum, adalah kebutuhan akan barang dan jasa yang dapat digunakan oleh banyak orang, seperti; jalan, tempat ibadah, sekolah, dan sebagainya.
*) Kebutuhan-kebutuhan tersebut berbeda antara orang-orang yang satu dengan yang lain, tergantung pada situasi dan kondisi yang satu dengan yang lainnya. Mobil dapat berubah menjadi kebutuhan sekunder bagi orang-orang diperkotaan. Computer dapat menjadi kebutuhan sekarang pada saat anak-anak kuliah di jurusan informatika.
Oktober 04, 2011
Bab 1 Ilmu Ekonomi - Sistem Ekonomi
Untuk menghadapi permasalahan dalam perekonomian, setiap negara memiliki cara yang berbeda-beda tergantung sistem ekonomi yang mereka anut. Sistem ekonomi merupakan cara suatu bangsa (masyarakat dan pemerintah) mengatur kehidupan ekonominya. Dengan kata lain, sistem ekonomi merupakan jaringan organisasi dan kebijakan yang ditetapkan suatu pemerintahan negara dalam mengatasi masalah ekonomi.
1. Sistem ekonomi tradisional
Merupakan sistem ekonomi dasar dan masih menggunakan kebiasaan masyarakat yang berpola dari nilai budaya. Biasanya sistem ini dianut oleh suku-suku di pedalaman dan negara-negara terbelakang.
Ciri-cirinya, antara lain:
· Belum adanya pembagian kerja yang jelas
· Kurangnya peran masyarakat dalam berusaha
· Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai kebutuhan
· Pertukaran masih menggunakan sistem barter walaupun mata uang sudah digunakan
· Penghasilan utama dari sektor agraris
Kelebihannya, antara lain :
· Tidak terjadi persaingan
· Konflik-konflik ekonomi tidak terjadi
· Cukup aman karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target-target yang harus dicapai
· Tidak menimbilkan tekanan jiwa (stres) pada masyarakat.
Kekurangannya antara lain :
· Masyarakat bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bukan untuk meningkatkan kesejahteraan
· Kegiatan ekonomi hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup semata dan bukan untuk mencari keuntungan
· Jarang terjadi perubahan drajat dalam masyarakat karena dianggap tabu
· Tidak memperhitungkan efisiensi penggunaan sumber daya secara maksimal
2. Sistem Ekonomi Komando
Pada sistem ini, seluruh kegiatan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Oleh karena proses ekonomi berjalan secara komando dari pusat, dan semua keputusan berada di tangan pemerintah pusat, maka sistem ini dinamakan sistem ekonomi komando atau ekonomi terpusat. Negara penganut sistem ini biasanya disebut juga negara komunis.
Ciri-cirinya, antara lain:
· Perencanaan ekonomi, kegiatan produksi, dan pengawasan secara terpusat (central planning)
· Sumber ekonomi dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah
· Perseorangan tidak memiliki apa-apa kecuali apa yang sudah dibagikan oleh pemerintah
· Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
· Individu tidak memiliki kebebasan dalam berusaha
· Harga dan tingkat bung ditetapkan oleh pemerintah
Kelebihannya, antara lain:
· Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat
· Kebutuhan rakyat terpenuhi secara menyeluruh dan merata karena pendistribusiannya diatur pemerintah
· Krisis ekonomi jarang terjadi karena semua masalah ekonomi diatur dan dikendalikan oleh pemerintah
Kelemahannya, antara lain:
· Inisiatif dan kreatifitas perorangan tidak berkembang sehingga menghambat kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi
· Hak milik perseorangan tidak diakui
· Kebebasan pribadi sangat terbatas
· Informasi tidak akurat karena panjangnya jalur birokrasi
3. Sistem Ekonomi Pasar
Pada sistem ini, dibertikan kebebasan penuh pada masyarakat untuk menentukan kegiatan ekonomi yang akan dilakukan. Hal ini disebut laissez faire (bahasa perancisa) yang artinya biarkanlah.
Ciri-cirinya, antara lain:
· Semua alat dan sumber produksi bebas dimiliki perseorangan, kelompok masyarakat, atau perusahaan
· Pemerintah tidak ikut campur secara langsung terhjadap kegiatan ekonomi
· Masyarakat dan swasta melakukan kegiatan ekonomi di semua sektor
· Perorangan diberi kebebasan dalam pemakaian barangn dan jasa
· Kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari laba
· Adanya persaiangan antar pengusaha
Kelebihannya, antara lain:
· Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan ekonomi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
· Dengan kebebasan berusaha dan bersaiang akan mendorong setiap orang untuk mencari kemajuan.
· Hak milik diakui dan adanya kebebasan melakuakn segala sesuatu yang dianggap baik bagi kepentingan pribadi, kreativitas mencari keuntungan menjadi tinggi.
· Persaingan dalam sistem ekonomi pasar, dapat memproduksi berbagai macam barang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga para konsumen dapat memperoleh barang dan jasa sesuai selera.
Kelemahannya, antara lain:
· Kebebasan bersaing mengakibatkan yang kuat menindas yang lemah, terjadi jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin
· Pemerataan pendapatan semakin sulit dicapai karena setiap individu berusaha mencari keuntungan bagi diri sendiri
· Adanya kebebasan produksi dapat mendorong terjadinya krisis ekonomi
· Konsentrasi modal oleh kaum kapitalis dapat mengakibatkan terjadinya monopoli
4. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam sistem ekonomi campuran, sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui keberadaannya. Di samping sektor swasta terdapat pula semacam badan perencanaan negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi, agar sesuai denganm sasaran yang telah ditetapkan. Permasalahan ekonomi dipecahkan bersam-sama antara pemerintah dan swasta.
Sistem ini merupakan perpaduan antara sistem pasar dan komando. Peberapan dari sistem ini bervariasi, tergantung masing-masing negra yang memutuskan untuk lebih condong pada sostem yang mana; pasar atau komando. Sistem ini paling banyak dianut oleh negara-negara dunia saat ini.
Ciri-cirinya, antara lain:
· Alat produksi yang vital dikuasai negara
· Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
· Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
· Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum
Kelebihannya, antara lain:
· Pertumbuhan ekonomi teratur dan stabil
· Swasta terdoring untuk mencari keuntungan, karena inisiatif dan kreatifitas diakui pemerintah
· Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena dibantu swasta
· Pengaruh monopoli swasta dapat diperkecil
Kelemahanya adalah sulit untuk menentukan unsur yang benar sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat sehingga memerlukan ketelitian dan kejelian dalam mengambil keputusan.
source : ucup
Langganan:
Postingan (Atom)



